Memberi Itu Mulia

Bismillahirrahmanirrahiim.

Kemuliaan tidak berada ditangan pemilik harta, namun kemuliaan dipegang oleh para dermawan. Banyak dari kita mempunyai harta, tapi masih enggan untuk memberi.

Jika diantara kita sudah merasa harta yang dimiliki adalah sesuatu yang mutlak menjadi miliknya sehingga apa yang dimilikinya mampu mewujudkan apa yang dikehendakinya, maka harta tersebut telah menjadi penyebab kesombongan dan menjadi awal dari kehancuran. Banyak sudah kisah-kisah tentang kesombongan suatu kaum yang akhirnya menjadi penyebab kehancuran. Iblis misalnya dilaknat oleh Allah karena kesombongannya tidak mau sujud kepada Adam As, Qorun terperosok kedalam tanah bersama harta kekayaannya akibat kesombongan dan kekikirannya.

Oleh karena itu, marilah kita menyatukan ummat dengan menumbuhkan sifat kedermawanan. Saatnya meringankan beban bangsa dengan saling memberi, saatnya berjihad menyingkirkan kekikiran dan ketamakkan dengan menumbuhkan kedermawanan.

Wallahu’alam bishawab

Iklan

9 Responses to Memberi Itu Mulia

  1. bundadontworry berkata:

    semoga Allah swt menjadikan kita orang2 yg senang bersedekah,amin
    salam

  2. BOOMbasticOniy berkata:

    hHe, aku pernah baca kalo perbuatan mengemis itu gak disukai dalam agama, nah bagi kita2 yang pengen memberi ke kaum seperti “mereka” jadi dilemma deh. Kira2 dibolehin atau gak..

    Salam kenal 😀

  3. ada akbar? berkata:

    memang harus memberi .. karena kita juga diberi . . 😀

  4. Alwi berkata:

    Tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah ….. memberi (dermawan) pasti lebih baik dari peminta-minta

  5. Alwi berkata:

    Pertamax nih ….

Silahkan beri tanggapan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: