Wasiat Abu Bakar Dalam Berperang

Dalam islam perang bukanlah pilih yang utama dalam menyelesaikan suatu permasalahan, namun ketika kondisi ummat Islam diharuskan untuk berperang, ada banyak aturan yang harus dipenuhi.

Abu Bakar As shidiq adalah khulafaurrasyidin yang pertama, dan memegangkekhalifahan setelah Rasulullah wafat. Pada suatu ketika saat ia mengirim Usamah untuk memerangi Romawi, Abu Bakar berdiri dan berkhutbah :

“Hai sekalian manusia, berdirilah. Aku wasiatkan pada kalian sepuluh hal. Maka peliharalah :

  • Jangan berkhianat
  • Jangan mendendam
  • Jangan menyincang
  • Jangan membunuh anak-anak, orang tua, dan wanita
  • Jangan menebang pohon kemudian membakarnya, dan jangan sekalipun menebang pohon yang sedang berbuah.
  • Jangan menyebelih/ membunuh kambing, sapi aytau unta kecuali untuk dimakan.
  • Jika kalian berjumpa dengan orang-orang yang sedang bersiap-siap mengungsi, jangan ganggu mereka.
  • Jika kelak, kalian menerima makanan dari orang-orang yang mengunjungi kalian, maka makanlah sedikit demi sedikit, dengan menyebut nama Allah.
  • Jika kalian bertemu dengan orang-orang yang bagian tengah kepalanya terbuka, sehingga sekelilingnya Nampak seperti sorban, maka pancunglah mereka dengan pedang.
  • Majulah dengan nama Allah.

Sungguh kehati-hatian dalam bertindak dan prinsip rahmatan lil ‘alamin tetap dipertahankan, sekalipun dalam perang menghadapi musuh.

Iklan

Silahkan beri tanggapan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: